Thursday, 30 October 2014

Penduduk Masyarakat


Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek social, ekonomi, politik, kebudayaan dan sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut, maka bertambahlah system mata pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks.
Dalam pengertiannya penduduk adalah orang-orang yang berada didalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus/ kontinu.

       I.            Pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah social ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi, penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi social ekonomi suatu daerah atau Negara bahkan dunia.
Misalnya : dengan bertambahnya penduduk berarti pula harus bertambah pula persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah, dan sebagainya.
Penambahan/pertumbuhan penduduk di suatu daerah atau Negara pada dasarnya dipengaruhi oleh factor-faktor demografi sebagai berikut :
1.       Kematian ( Mortalitas )
2.       Kelahiran ( Fertilisasi )
3.       Migrasi

     II.            Permasalahan penduduk           
Penduduk merupakan sumber daya insani yang sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan. Penduduk yang berkualitas tinggi akan menjadi pelaku dan pendukung pembangunan. Namun adanya penduduk sering juga menimbulkan permasalahan bagi suatu Negara.

Beberapa permasalahan penduduk di Indonesia antara lain :
1.       Jumlah penduduk yang sangat besar
2.       Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat
3.       Persebaran penduduk yang tidak merata.
4.       Arus urbanisasi yang tinggi.
5.       Komposisi penduduk yang tidak menguntungkan karena banyak penduduk berusia muda.
6.       Rendahnya kualitas sebagian penduduk Indonesia.

Untuk mengatasi permasalah penduduk tersebut, pemerintah Indonesia melakukan beberapa usaha, antara lain :
1.       Melaksanakan program keluarga berencana (KB) untuk menekan tingkat pertumbuhan penduduk. Selanjutnya program ini ditingkatkan dengan program “Keluarga Berkualitas” untuk meningkatkan kualitas penduduk Indonesia.
2.       Melaksanakan program transmigrasi agar penyebaran penduduk lebih merata.
3.       Memberikan pendidikan kependudukan di sekolah-sekolah dan di masyarakat luas.
4.       Meningkatkan sarana pendukung kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan penduduk.
Kebudayaan
Kebudayaan/ budaya  berasal dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi ( budi atau akal ) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Budaya dapat diartikan yaitu suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya bersifat abstrak, kompleks, dan luas.
I.                  Pengertian kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa sefala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

A.    Kebudayaan Hindu, Budha dan Islam
a.     Kebudayaan Hindu dan Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia. Khususnya ke pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dan kebudayaan.
Hindu yang berasal dari India itu berlangsung luwes dan mantap, sekitar abad ke-5 ajaran budha masuk ke Indonesia, khususnya ke pulau Jawa. Ajaran agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju daripada Hindu. Sebab Budha tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyrakat. Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia khususnya di pulau Jawa tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai. Baik penganut Hindunisme maupun Budhanisme melahirkan karya-karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan/ arsitektur, seni pahat, seni ukir maupun seni sastra, seperti tercemin dalam bangunan/ arsitektur relief-relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Candi-candi yang dimaksud diantaranya : Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosati, dsb.

b.     Kebudayaan Islam
Pada abad ke-15 dan ke-16 agama Islam telah dikembangkan di Indonesia oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut Wali Songo. Titik sentral penyebaran agama Islam pada abad itu berada di pulau Jawa. Sebenarnya agama islam masuk ke Indonesia pada abad ke-11. Masuknya agama Islam ke Indonesia dalam  suasana  damai. Hal ini karena islam masuk ke Indonesia tidak dengan dipaksa melainkan dengan cara baik-baik, disamping itu disebabkan sikap toleransi yang dimiliki bangsa kita.
Pada abad ke-15, ketika kerajaan Maritim mulai surut, berkembanglah daerah-daerah pantai yang dapat mendorong kekuasaan dan kewibawaan Majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Daerah-daerah  yang dimaksud adalah Daerah Malaka di Semenanjung Malaka, daerah  Aceh  di ujung pulau Sumatra, daerah Banten di Jawa Barat, daerah Demak dipesisir Utara Jawa Tengah, Daerah Goa di Sulawesi Selatan. Dalam proses perkembangan daerah-daerah tersebut yang dikendalikan oleh pedagang-pedangan kaya dan golongan bangsawan kota-kota pelabuhan, tampaknya telah terpengaruh dan menganut Islam.
Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk Indonesia. Tak dapat dipungkiri lagi, nahwa kebudayaan islam memberi saham yang besar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.

Referensi : id.m.wikipedia.org/wiki/Budaya , Buku MKDU Sosial Dasar Penerbit.Gunadarma, IPS penerbit. Harapan Makmur kelas VIII