Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek
kehidupan yang meliputi aspek social, ekonomi, politik, kebudayaan dan
sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut, maka
bertambahlah system mata pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks.
Dalam
pengertiannya penduduk adalah orang-orang yang berada didalam suatu wilayah
yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama
lain secara terus menerus/ kontinu.
I.
Pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang
penting dalam masalah social ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya.
Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi, penduduk juga akan
berpengaruh terhadap kondisi social ekonomi suatu daerah atau Negara bahkan
dunia.
Misalnya : dengan bertambahnya penduduk berarti pula harus bertambah pula
persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah,
dan sebagainya.
Penambahan/pertumbuhan penduduk di suatu daerah atau Negara pada dasarnya
dipengaruhi oleh factor-faktor demografi sebagai berikut :
1.
Kematian ( Mortalitas )
2.
Kelahiran ( Fertilisasi )
3.
Migrasi
II.
Permasalahan penduduk
Penduduk merupakan sumber daya insani yang sangat
dibutuhkan dalam proses pembangunan. Penduduk yang berkualitas tinggi akan
menjadi pelaku dan pendukung pembangunan. Namun adanya penduduk sering juga
menimbulkan permasalahan bagi suatu Negara.
Beberapa permasalahan penduduk di Indonesia antara lain :
1.
Jumlah penduduk yang sangat besar
2.
Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat
3.
Persebaran penduduk yang tidak merata.
4.
Arus urbanisasi yang tinggi.
5.
Komposisi penduduk yang tidak menguntungkan
karena banyak penduduk berusia muda.
6.
Rendahnya kualitas sebagian penduduk Indonesia.
Untuk mengatasi permasalah penduduk tersebut, pemerintah Indonesia
melakukan beberapa usaha, antara lain :
1.
Melaksanakan program keluarga berencana (KB)
untuk menekan tingkat pertumbuhan penduduk. Selanjutnya program ini
ditingkatkan dengan program “Keluarga Berkualitas” untuk meningkatkan kualitas
penduduk Indonesia.
2.
Melaksanakan program transmigrasi agar
penyebaran penduduk lebih merata.
3.
Memberikan pendidikan kependudukan di
sekolah-sekolah dan di masyarakat luas.
4.
Meningkatkan sarana pendukung kesehatan, pendidikan
dan kesejahteraan penduduk.
Kebudayaan
Kebudayaan/
budaya berasal dari bahasa sanskerta
yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi ( budi atau akal )
diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Budaya dapat
diartikan yaitu suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh
sebuah kelompok orang yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya
bersifat abstrak, kompleks, dan luas.
I.
Pengertian kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville
J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa sefala sesuatu yang
terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh
masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
A.
Kebudayaan Hindu, Budha dan Islam
a.
Kebudayaan Hindu dan Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke
Indonesia. Khususnya ke pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan
setempat dan kebudayaan.
Hindu yang berasal dari India itu berlangsung luwes dan mantap, sekitar
abad ke-5 ajaran budha masuk ke Indonesia, khususnya ke pulau Jawa. Ajaran
agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju daripada Hindu. Sebab Budha
tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyrakat. Walaupun demikian, kedua
agama itu di Indonesia khususnya di pulau Jawa tumbuh dan berkembang
berdampingan secara damai. Baik penganut Hindunisme maupun Budhanisme
melahirkan karya-karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan/
arsitektur, seni pahat, seni ukir maupun seni sastra, seperti tercemin dalam
bangunan/ arsitektur relief-relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa
Tengah maupun Jawa Timur. Candi-candi yang dimaksud diantaranya : Borobudur,
Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosati, dsb.
b.
Kebudayaan Islam
Pada abad ke-15 dan ke-16 agama Islam telah
dikembangkan di Indonesia oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut Wali
Songo. Titik sentral penyebaran agama Islam pada abad itu berada di pulau Jawa.
Sebenarnya agama islam masuk ke Indonesia pada abad ke-11. Masuknya agama Islam
ke Indonesia dalam suasana damai. Hal ini karena islam masuk ke
Indonesia tidak dengan dipaksa melainkan dengan cara baik-baik, disamping itu
disebabkan sikap toleransi yang dimiliki bangsa kita.
Pada abad ke-15, ketika kerajaan Maritim mulai surut, berkembanglah
daerah-daerah pantai yang dapat mendorong kekuasaan dan kewibawaan Majapahit
yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Daerah-daerah yang dimaksud adalah Daerah Malaka di
Semenanjung Malaka, daerah Aceh di ujung pulau Sumatra, daerah Banten di Jawa
Barat, daerah Demak dipesisir Utara Jawa Tengah, Daerah Goa di Sulawesi
Selatan. Dalam proses perkembangan daerah-daerah tersebut yang dikendalikan
oleh pedagang-pedangan kaya dan golongan bangsawan kota-kota pelabuhan,
tampaknya telah terpengaruh dan menganut Islam.
Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat
penganut sebagian besar penduduk Indonesia. Tak dapat dipungkiri lagi, nahwa
kebudayaan islam memberi saham yang besar bagi perkembangan kebudayaan dan
kepribadian bangsa Indonesia.
Referensi :
id.m.wikipedia.org/wiki/Budaya , Buku MKDU Sosial Dasar Penerbit.Gunadarma, IPS
penerbit. Harapan Makmur kelas VIII